Minyak atsiri dari bunga cengkih berkhasiat menumpas nyeri gigi.
"Lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi". Ada yang bilang begitu. Kalau dirasa-rasakan, ada benarnya . Kalau gigi sedang nyut-nyutan, sakitnya bisa kemana-mana. Sebenarnya, ada tanaman di sekitar kita yang ampuh untuk mengatasi rasa nyeri itu.
Jika setiap orang meneraokan cara hidup teratur dengan mematuhi ketentuan-ketentuan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan gigi, barangkali giginyatak ada yang rusak. Namun, banyak kenyataan menunjukkan yang sebaloknya. Sehingga mungkin dapat dikatakan, hampir tidak ada orang yang giginya utuh, tidak ada yang rusak.
Dalam hal ini, pemeliharaan gigi yang baik memegang peranan penting dalam memperkecil kemungkinan terjadinya kerusakan gigi. Membersihkan gigi misalnya, harus dilakukan dengan cara yang tepat dan teratur. Dengan menyikat gigi secara seksama di setiap sisinya, sisa-sisa malanan yang menempel pada permukaan gigi atau terselip dicelah antar gigi bisa disingkirkan. Terjadinya gigi berlubang pun bisa dicegah.
Membersihkan gigi secara tepat dan teratur sangat penting karena sekali terkikis, gigi pun berada diawal kerusakan. Setekah itu biasanya akan terjadi kerusakan lebih lanjut,yakni gigi berlubang atau peradangan dalam ruangan pulpa gigi. Peradangan dapat menimbulkan nyeri gigi. Namun, jika abses terjadi pada akar gigi, nyerinya akan terasa lebih hebat.
Kalau itu yang terjadi, untuk sementara mungkin dapat diatasi dengan obat nyeri gigi. Dalam hal ini dapat digunakan obat modern yang terbuat dari bahan komia murni atau berasal dri alam.
Ada beberapa obat anti nyeri dari bahan-bahan alami misalnya yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Yang telah tekenal didunia pengobatan gigi antara lain minyak cengkih(minyak atsiri yang diperolaeh dari kuncup bunga cengkih atau Eugenia aromaatica O.K).
Minyak atsiri digunakan untuk pengobatan nyeri gigi karena bersifat analgetik (menghilangkan rasa nyeri) lokal. Penggunaannya dengan cara mencelupkan kaoas hidrofil (yang dapat dibasahi dengan air) secukupnya kedalam minyak cengkih lalu dimasukkan ke dalam lubang gigi yang sakit. Lambat laun rasa nyeri akan berkurang dan akhirnya hilang sama sekali.
Bahan lain yang dapat digunakan adalah daun jambu biji yang masih muda. Berdasarkan penelitian, daun itu mengandung pula minyak astiri.Minyak astiri itulah yang berkhasiat sebagai anti radang dan penghilang nyeri. Minyak atsiri daun jambu biji banyak mengandung sineol, zat-zat tanin, senyawa itu dapat dipisahkan dengan cara mendestilasi daun jambu biji dengan uap air. Jika segekintir kapas hidrofil dicelupkan kedalam minyak atsiri itu lalu dimasukkan ke dalam lubang gigi, maka nyeri gigi berangsur angsur berkurang dan akhirnya hilang sama sekali.
Dengan cara sederhana pun dapat dilakukan pengobatan nyeri gigi dengan daun jambu biji. Dalam Formularium Nasional Filioina Tahun 1982 telah diterapkan pengobatan nyeri gigi dengan daun jambu biji. Caranya, dengan melumatkan daun muda jambu biji. Kemudian lumatan itu dimasukkan kedalam lubang gigi yang nyeri. Berangsur-angsur nyeri akan berkurang dan akhirnya hilang sama sekali.
Bahkan rebusan daun jambu biji pun banyak digunakan oleh masyarakat Brasil untuk mengobati gusi bengkak, luka-luka kecil dimulut, maupun nyeri ditubuh. Hal itu menunjukkan adanya sifat anti radang, penghilang nyeri, dan antibakteri pada daun jambu biji.
Tumbuhan lain yang dapat digunakan untuk mengobati nyrei gigi adalah daun kayu putih atau Melaleuca leucadendra(L.)L. Kandungan daun tumbuhan kayu putih ini adalah sineol, terpinal I-pinena, dan zat-zat aldehida.
Khasiat minyak kayu putih pada dosis kecil adalah peluruh keringat (diaforetik), pereda kejang (antispasmodik), dan stimulan. Juga bersifat sebagai penghilang nyeri lokal, karena dapat digunakan sebagai obat gosok rematik, yang mengurangi nyeri sendi. Juga digunakan untuk obat gosok pada bagian tubuh yang nyeri.
Seperti halnya minyak cengkih sebagai analgetik lokal, minyak kayu putih juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri gigi. Dalam hal ini kapoas hidrofil secukupnya dicelupkan kedalam minyak kayu putih lalu dimasukkan kedalam lubang gigi yang sakit. Cara itu akan mengurangi atau menghilangkan nyeri yang sedang diderita.
Obat alami ternyata dapat juga berperan dalam pe,eliharaan kesehatan disamping obat-obat kimia atau obat modern. Karena itu anggota masyarakat yang tinggal dipelosok-pelosok atau daerah terpencil dapat mengatasi masalah kesehatan dengan apa yang terdapat di alam, setidaknya untuk pertolongan pertama.
Soapa sangka daun jambu biji, yang hampir terdapat diseluruh pelosok Tanah Air, Memiliki khasiat penghilang nyeri, disamping antidiare yang telah diketahui masyarakat luas. Juga siapa yang mengira, daun jambu biji juga dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah, seperti yang dipratikkan oleh masyarakat Jepang didaerah-daerah subtropis dengan mengubahnya menjadi sediaan angggur yang dapat diminum.
Namun, yang perlu diingat, setelah reda, segeralah mengunjungi dokter gigi. Sebab, meski tidak nyeri lagi, biang keladinya, yaitu lubang gigui atau peradangan, tetap perlu dibereskan.
Yang lebih penting lagi, bagaimana mencegah timbulnya kerusakan gigi, yang menjadi penyebab nyeri gigi. Caranya, ya dengan meningkatkan pemeliharaan gigi sebaik mungkin. Mengobati nyeri hanya tindakan untuk menghilangkan gejala. Tanpa pemeliharaan yang baik, kerusakan gigi lebih lanjut tak dapat dihindari. Akhirnya, gigi terpaksa dicabut agar penderitaan berakhir. Masih lumayan, kalau cuma satu yang rusak, bagaimana kalau sampai sekian banyak?.
Trimakasih .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar