Minyak atsiri dari bunga cengkih berkhasiat menumpas nyeri gigi.
"Lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi". Ada yang bilang begitu. Kalau dirasa-rasakan, ada benarnya . Kalau gigi sedang nyut-nyutan, sakitnya bisa kemana-mana. Sebenarnya, ada tanaman di sekitar kita yang ampuh untuk mengatasi rasa nyeri itu.
Jika setiap orang meneraokan cara hidup teratur dengan mematuhi ketentuan-ketentuan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan gigi, barangkali giginyatak ada yang rusak. Namun, banyak kenyataan menunjukkan yang sebaloknya. Sehingga mungkin dapat dikatakan, hampir tidak ada orang yang giginya utuh, tidak ada yang rusak.
Dalam hal ini, pemeliharaan gigi yang baik memegang peranan penting dalam memperkecil kemungkinan terjadinya kerusakan gigi. Membersihkan gigi misalnya, harus dilakukan dengan cara yang tepat dan teratur. Dengan menyikat gigi secara seksama di setiap sisinya, sisa-sisa malanan yang menempel pada permukaan gigi atau terselip dicelah antar gigi bisa disingkirkan. Terjadinya gigi berlubang pun bisa dicegah.
Membersihkan gigi secara tepat dan teratur sangat penting karena sekali terkikis, gigi pun berada diawal kerusakan. Setekah itu biasanya akan terjadi kerusakan lebih lanjut,yakni gigi berlubang atau peradangan dalam ruangan pulpa gigi. Peradangan dapat menimbulkan nyeri gigi. Namun, jika abses terjadi pada akar gigi, nyerinya akan terasa lebih hebat.
Kalau itu yang terjadi, untuk sementara mungkin dapat diatasi dengan obat nyeri gigi. Dalam hal ini dapat digunakan obat modern yang terbuat dari bahan komia murni atau berasal dri alam.
Ada beberapa obat anti nyeri dari bahan-bahan alami misalnya yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Yang telah tekenal didunia pengobatan gigi antara lain minyak cengkih(minyak atsiri yang diperolaeh dari kuncup bunga cengkih atau Eugenia aromaatica O.K).
Minyak atsiri digunakan untuk pengobatan nyeri gigi karena bersifat analgetik (menghilangkan rasa nyeri) lokal. Penggunaannya dengan cara mencelupkan kaoas hidrofil (yang dapat dibasahi dengan air) secukupnya kedalam minyak cengkih lalu dimasukkan ke dalam lubang gigi yang sakit. Lambat laun rasa nyeri akan berkurang dan akhirnya hilang sama sekali.
Bahan lain yang dapat digunakan adalah daun jambu biji yang masih muda. Berdasarkan penelitian, daun itu mengandung pula minyak astiri.Minyak astiri itulah yang berkhasiat sebagai anti radang dan penghilang nyeri. Minyak atsiri daun jambu biji banyak mengandung sineol, zat-zat tanin, senyawa itu dapat dipisahkan dengan cara mendestilasi daun jambu biji dengan uap air. Jika segekintir kapas hidrofil dicelupkan kedalam minyak atsiri itu lalu dimasukkan ke dalam lubang gigi, maka nyeri gigi berangsur angsur berkurang dan akhirnya hilang sama sekali.
Dengan cara sederhana pun dapat dilakukan pengobatan nyeri gigi dengan daun jambu biji. Dalam Formularium Nasional Filioina Tahun 1982 telah diterapkan pengobatan nyeri gigi dengan daun jambu biji. Caranya, dengan melumatkan daun muda jambu biji. Kemudian lumatan itu dimasukkan kedalam lubang gigi yang nyeri. Berangsur-angsur nyeri akan berkurang dan akhirnya hilang sama sekali.
Bahkan rebusan daun jambu biji pun banyak digunakan oleh masyarakat Brasil untuk mengobati gusi bengkak, luka-luka kecil dimulut, maupun nyeri ditubuh. Hal itu menunjukkan adanya sifat anti radang, penghilang nyeri, dan antibakteri pada daun jambu biji.
Tumbuhan lain yang dapat digunakan untuk mengobati nyrei gigi adalah daun kayu putih atau Melaleuca leucadendra(L.)L. Kandungan daun tumbuhan kayu putih ini adalah sineol, terpinal I-pinena, dan zat-zat aldehida.
Khasiat minyak kayu putih pada dosis kecil adalah peluruh keringat (diaforetik), pereda kejang (antispasmodik), dan stimulan. Juga bersifat sebagai penghilang nyeri lokal, karena dapat digunakan sebagai obat gosok rematik, yang mengurangi nyeri sendi. Juga digunakan untuk obat gosok pada bagian tubuh yang nyeri.
Seperti halnya minyak cengkih sebagai analgetik lokal, minyak kayu putih juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri gigi. Dalam hal ini kapoas hidrofil secukupnya dicelupkan kedalam minyak kayu putih lalu dimasukkan kedalam lubang gigi yang sakit. Cara itu akan mengurangi atau menghilangkan nyeri yang sedang diderita.
Obat alami ternyata dapat juga berperan dalam pe,eliharaan kesehatan disamping obat-obat kimia atau obat modern. Karena itu anggota masyarakat yang tinggal dipelosok-pelosok atau daerah terpencil dapat mengatasi masalah kesehatan dengan apa yang terdapat di alam, setidaknya untuk pertolongan pertama.
Soapa sangka daun jambu biji, yang hampir terdapat diseluruh pelosok Tanah Air, Memiliki khasiat penghilang nyeri, disamping antidiare yang telah diketahui masyarakat luas. Juga siapa yang mengira, daun jambu biji juga dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah, seperti yang dipratikkan oleh masyarakat Jepang didaerah-daerah subtropis dengan mengubahnya menjadi sediaan angggur yang dapat diminum.
Namun, yang perlu diingat, setelah reda, segeralah mengunjungi dokter gigi. Sebab, meski tidak nyeri lagi, biang keladinya, yaitu lubang gigui atau peradangan, tetap perlu dibereskan.
Yang lebih penting lagi, bagaimana mencegah timbulnya kerusakan gigi, yang menjadi penyebab nyeri gigi. Caranya, ya dengan meningkatkan pemeliharaan gigi sebaik mungkin. Mengobati nyeri hanya tindakan untuk menghilangkan gejala. Tanpa pemeliharaan yang baik, kerusakan gigi lebih lanjut tak dapat dihindari. Akhirnya, gigi terpaksa dicabut agar penderitaan berakhir. Masih lumayan, kalau cuma satu yang rusak, bagaimana kalau sampai sekian banyak?.
Trimakasih .
Pastikan hari ini lebih baik dari hari kemarin
Guru yang terbaik adalah pengalaman
Minggu, 31 Desember 2017
Rabu, 27 Desember 2017
air hidup dan air mati
Penulis menceritakan tentang pengalaman seseorang yang medapat tugas di puskesmas Bualemo, kec. Pagimana, Kab. Banggai, Sulawesi Tengah. Ketika beliau memberikan penyuluhan tentang air bersih dan sehat disalah satu Unit Pemukiman Transmigrasi, yang sebagian penduduknya berasal dari Nusa Tenggara Barat, beliau dikejutkan istilah air hidup dan air mati
waktu itu kepada mereka dianjurkan untuk membiasakan diri minum air yang sudah dimasak hingga mendidih. Penyuluhan tentang air minum memang perlu terus diberikan karena mereka masih lebih menyukai air entah, meskipun penyuluhan sudah berulang kali diberikan. Kebiasaan itu telah menelan korban ketika antara 30 maret-8 april 2000, setelah diguyur hujan lebat, di Dusun Bomban terjadi wabah diare. Dari 15 orang penderita, empat orang diantaranya meningal lantaran terlambat ditolong.
Namun salah seorang diantara peserta penyuluhan menyampaikan keberatan. "Kebiasaan kami dari dulu suma minum air hidup, Pak Dokter. kalau minum air mati, rasana tidak enak dan tidak segar. Kami semua disini sudah biasa minum air hidup."
Mula-mula beliau agak bingung dengan istilah air hidup dan air mati. Namun, namun beberapa saat kemudian beliau memahami maksudnya. Yang dimaksud air hidup adalah air yang tidak dimasak terlebih dahulu, yakni yang baru diambil dari sumur, sungai, atau mata air. Sedangkan air mati, air yang sudah dimasak Dari aspek kesehatan, istilah ini ada benarnya. Air yang belum dimasak, kuman-kuman di dalamnya (bila ada) masih hidup. Sebaliknya, yang sudah dimasak dengan baik dan benar, kumannya mati. Muncullah istilah air hidup dan air mati.
trimakasih.
waktu itu kepada mereka dianjurkan untuk membiasakan diri minum air yang sudah dimasak hingga mendidih. Penyuluhan tentang air minum memang perlu terus diberikan karena mereka masih lebih menyukai air entah, meskipun penyuluhan sudah berulang kali diberikan. Kebiasaan itu telah menelan korban ketika antara 30 maret-8 april 2000, setelah diguyur hujan lebat, di Dusun Bomban terjadi wabah diare. Dari 15 orang penderita, empat orang diantaranya meningal lantaran terlambat ditolong.
Namun salah seorang diantara peserta penyuluhan menyampaikan keberatan. "Kebiasaan kami dari dulu suma minum air hidup, Pak Dokter. kalau minum air mati, rasana tidak enak dan tidak segar. Kami semua disini sudah biasa minum air hidup."
Mula-mula beliau agak bingung dengan istilah air hidup dan air mati. Namun, namun beberapa saat kemudian beliau memahami maksudnya. Yang dimaksud air hidup adalah air yang tidak dimasak terlebih dahulu, yakni yang baru diambil dari sumur, sungai, atau mata air. Sedangkan air mati, air yang sudah dimasak Dari aspek kesehatan, istilah ini ada benarnya. Air yang belum dimasak, kuman-kuman di dalamnya (bila ada) masih hidup. Sebaliknya, yang sudah dimasak dengan baik dan benar, kumannya mati. Muncullah istilah air hidup dan air mati.
trimakasih.
waspadai produsen memoroti pembeli
Berlaku royal dan boros merupakan hal yang diinginkan setiap produsen dari konsumennya.Tentu saja. Bukankah dengan begitu dagangan mereka akan laris manis? Makanya mereka tak pernah henti melancarkan rayuan dan bujukan halus lewat strategi pemasaran yang rapi dan terencana.
Jangan dikira bujukan itu cuma dilakukan lewat iklan. Sejak lepas dari pabrik, setiap produk sebenarnya sudah menggendong iming-iming yang diharapkan dapat membetot ketertarikan calon konsuken. Kalau tak waspada, konsumen bisa terjerat.
Nah, bagaimana strategi mereka untuk menjebak konsumen? Mari kita endus bersama agar isi dompet kita tidak terkuras karenanya.
Strategi 1: Pembaruan produk
Produsen kerap menggembor-gemborkan produk lama yang dikesankan sebagai produk baru. Caranya? Misalnya,dengan menyisipkan zat tertentu yang lebih ampuh. Taktik ini memberi pesan seakan-akan produk keluaran baru lebih dahsyat.
Cara ini ditempuh produsen untuk mendobrak stagnasi pasar, yakni jumlah penjualan yang sudah sulit didongkrak lagi dan mulai menurun. Beberapa contoh produk yg dipasarkan dengan cara itu diantaranya deterjen bubuk atau shampo yg diperkaya zat baru. seringpula zat itu desebut dengan istilah asing yang sulit dimengerti agar terkesan canggih dan keren. Seperti proteamix, color guard, fruitamin, atau deterjen kosentrat.
Bagaimana sikap kritis kita? Pertimbangkan baik-baik, benarkah produk "baru" itu memang memberi efek lebih baik dibandingkan dengan produk sebelumnya atau dengan produk sejenis lainnya.
Strategi 2: Menggarap pemakai baru
Rayuan kedua ini ditempuh produsen dengan melempar produknya pada golongan konsumen baru. Misalnya, produk yang semula dijual untuk semua golongan, kemudian dikhususkan untuk satu golongan. Lalu dalam dibangkitkan citra seakan-akan produk yang dipakai bersama itu enggak OK. Alia, pesannya, setiap generasi memiliki produk sendiri.
Contohnya pembedaan sabun wajah khusus remaja pria dengan milik teman ceweknya, hand and body lotion untuk remaja wanita yang berbeda dengan milik ibu.
Maka, jika shampo, lotion, atau sabun wajah yang selama ini bisa dipakai bersama dan tidak menimbulkan masalah, masih haruskah menyiapkannya sendiri-sendiri?
Strategi 3: Meningkatkan jumlah pemakaian
Yang tak kurang gencar dilakukan adalah mendorong konsumen untuk menggunakan produk secara boros agar cepat habis, sehingga ia akan segera membeli lagi. Jika konsumen tak jeli, produsen akan mengeruk untung banyak, karena produknya laku keras. Agaknya, banyak konsumen yang tidak menyadari taktik ini sebagai bujukan belaka.
Contohnya, dalam iklan pemakaian pasta gigi, seaka-akan digambarkan kita memang perlu pelototan yang begitu banyak. Yang lain adalan pesan dalam shampo yang menyebut, 'Aman dipakai setiap hari", atau juga pesan dalam label "keramas dan bilas dua kali". Masih ingat dengan iklan body cologne di televisi yang pemakaiannya ditumpahkan ke tubuh seperti sedang mandi?
Jadi, jika dengan pelototan pasta gigi tipis saja Anda sudah merasa nyaman, haruskah menggunakan berlebihan? Benarkah Anda harus keramas setiap hari dan di shampo dua kali pula, terutama bila Anda bukan orang lapangan dan berambut pendek? Begitu pula dengan pemakaian body cologne, perlukah ditumpahkan ke badan sedemikian banyaknya?
Strategi 4: Menambah lini produk baru
Strategi ini dipakai produsen merek terkenal untuk memasarkan jeis produk berbeda. Harapannya, konsumen yang selama ini mempercayai merek mereka akan percaya pula pada produk baru keluaran mereka.
Contoh, sebuah pasar swalayan terkenal menjual barang-barang dengan merek toko mereka. Produsen sirup dengan merek saus cabai, saus tomat, mi instan dll, dengan merek sama. Contoh lain, sebuah stasiun televisi swasta terkenal menjual VCD lagu karaoke.
Sebaiknya, Anda tidak mudah silau oleh nama besar merek produk pendahulunya. Kalkulasi lagi, benarkah mutu produk yang mereka comot? Benarkah Anda memang memerlukannya? Jangan mudah dikelabuhi dengan taktik yang menjadikan Anda seolah-olah bagian dari mereka, sehingga Anda terbius untuk membeli apa pun yang mereka jual.
Strategi 5: Mendorong pemakaian terbatas Selain menggarap pangsa pasar potensial, tak sedikit produsen yang mengorek-ngorek konsumen yang bukan sasarannya, sekalipun dalam jumlah terbatas. Taktik ini dijalankan atas satu prinsip, " sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit". Tujuannya, untuk menambah peningkatan penjualan dari pangsa pasar utama mereka.
Contoh, produk kosmetika yang selama ini identik dengan wanita- diasarkan pula untuk laki-laki, seperti lotion pembersih, krim anti penuaan, atau krim tabir surya. Salah satu merek minuman bersoda (sofdrink) dengan agresif menembus pangsa anak-anak, padahal selama ini pangsa pasar mereka adalah orang dewasa.
Jika Anda laki-laki, pikirkan lagi, benarkah Anda memang butuh sarana pembersih/perawatan wajah yang begitu rumit? Begitu pula jika Anda wanita, perlukah suami atau anak-anak Anda menggunakannya? Perlukah memberikan minuman ringan pada anak-anak, jika air putih yang ebih sehat atau air sirup sudah bisa memuaskan mereka?
Strategi 6: Mengikuti perubahan alami ukuran pasar potensial
Taktik ini dipilih produsen karena adanya pembekakan konsumen potensial, seperti pasangan muda yang sibuk dan tak punya banyak waktu. Peluang ini dimanfaatkan produsen dengan meniupkan isu melalui iklan seolah-olah kita butuh produk yang memberikan kepraktisan dan kecepatan.
Contohnya adalah tersedianya bumbu instan, mesin pemanas, dan pendingin air. Pertimbangkan lagi, benarkah Anda tak punya waktu sehingga harus membeli bumbu instan atau karena sedang tren saja? Benar pulakah setiap hari Anda sering memerlukan air panas atau dingin?
Strategi 7: Menawarkan penampilan baru
Produsen melakukan sesuatu untuk menutup celah bagi pemasaran produk serupa, sehingga konsumen membeli produk mereka. Taktik ini ditempuh dengan membuat kemasan baru, baik bentuk, warna, maupun desain visualnya. Anda pula yang menawarkan harga lebih rendah dengan kemasan baru yang terkesan sama besar dengan sebelumnya, meski sesungguhnya volumenya jauh berkurang.
Taktik ini banyak dilakukan oleh produsen bahan pembersih tubuh atau pembersih rumah tangga, seperti shampo, sabun cair, pelembut atau pewangi pakaian.
Ingatkan diri Anda agar kembali pada prinsip dasar "memberi barang karena manfaatnya". Dengan demikian Anda tidak akan mudah terbujuk oleh penampilan kemasannya.
Strategi 8: Merangsang pembeli dengan hadiah
Cara produsen membujuk konsumen dengan taktik begini mestinya sudah sangat dikenal. Diantaranya dengan menyisipkan hadian berupa produk tambahan pada produk yang diibeli, iming-iming berupa hadiah yang akan diundi kemudian, atau bonus produk yang sama untuk pembelian dengan jumlah tertentu.
Contoh penerapannya adalah pembersih lantai dengan sisipan hadiah shampo botol mini. Bedak berhadiah kalung atau cincin berlian, pasta gigi berhadiah rumah, setelah diundi nanti. Ada juga taktik "beli 2 dapat 3" yang banyak diterapkan pada produk perawatan rumah tangga, seperti sabun mandi. Pertimbangkan apakah Anda membeli semata-mata karena hadiahnya atau sepenuhnya karena mutu produknya yang sudah anda percaya. Tak soal, apakah produk itu berhadiah atau tidak. Namun sulitnya , cara ini paling membius kita, karena hadiahnya nyata ada. karena itu, banyak orang mudah terbujuk.
trimakasih .
Jangan dikira bujukan itu cuma dilakukan lewat iklan. Sejak lepas dari pabrik, setiap produk sebenarnya sudah menggendong iming-iming yang diharapkan dapat membetot ketertarikan calon konsuken. Kalau tak waspada, konsumen bisa terjerat.
Nah, bagaimana strategi mereka untuk menjebak konsumen? Mari kita endus bersama agar isi dompet kita tidak terkuras karenanya.
Strategi 1: Pembaruan produk
Produsen kerap menggembor-gemborkan produk lama yang dikesankan sebagai produk baru. Caranya? Misalnya,dengan menyisipkan zat tertentu yang lebih ampuh. Taktik ini memberi pesan seakan-akan produk keluaran baru lebih dahsyat.
Cara ini ditempuh produsen untuk mendobrak stagnasi pasar, yakni jumlah penjualan yang sudah sulit didongkrak lagi dan mulai menurun. Beberapa contoh produk yg dipasarkan dengan cara itu diantaranya deterjen bubuk atau shampo yg diperkaya zat baru. seringpula zat itu desebut dengan istilah asing yang sulit dimengerti agar terkesan canggih dan keren. Seperti proteamix, color guard, fruitamin, atau deterjen kosentrat.
Bagaimana sikap kritis kita? Pertimbangkan baik-baik, benarkah produk "baru" itu memang memberi efek lebih baik dibandingkan dengan produk sebelumnya atau dengan produk sejenis lainnya.
Strategi 2: Menggarap pemakai baru
Rayuan kedua ini ditempuh produsen dengan melempar produknya pada golongan konsumen baru. Misalnya, produk yang semula dijual untuk semua golongan, kemudian dikhususkan untuk satu golongan. Lalu dalam dibangkitkan citra seakan-akan produk yang dipakai bersama itu enggak OK. Alia, pesannya, setiap generasi memiliki produk sendiri.
Contohnya pembedaan sabun wajah khusus remaja pria dengan milik teman ceweknya, hand and body lotion untuk remaja wanita yang berbeda dengan milik ibu.
Maka, jika shampo, lotion, atau sabun wajah yang selama ini bisa dipakai bersama dan tidak menimbulkan masalah, masih haruskah menyiapkannya sendiri-sendiri?
Strategi 3: Meningkatkan jumlah pemakaian
Yang tak kurang gencar dilakukan adalah mendorong konsumen untuk menggunakan produk secara boros agar cepat habis, sehingga ia akan segera membeli lagi. Jika konsumen tak jeli, produsen akan mengeruk untung banyak, karena produknya laku keras. Agaknya, banyak konsumen yang tidak menyadari taktik ini sebagai bujukan belaka.
Contohnya, dalam iklan pemakaian pasta gigi, seaka-akan digambarkan kita memang perlu pelototan yang begitu banyak. Yang lain adalan pesan dalam shampo yang menyebut, 'Aman dipakai setiap hari", atau juga pesan dalam label "keramas dan bilas dua kali". Masih ingat dengan iklan body cologne di televisi yang pemakaiannya ditumpahkan ke tubuh seperti sedang mandi?
Jadi, jika dengan pelototan pasta gigi tipis saja Anda sudah merasa nyaman, haruskah menggunakan berlebihan? Benarkah Anda harus keramas setiap hari dan di shampo dua kali pula, terutama bila Anda bukan orang lapangan dan berambut pendek? Begitu pula dengan pemakaian body cologne, perlukah ditumpahkan ke badan sedemikian banyaknya?
Strategi 4: Menambah lini produk baru
Strategi ini dipakai produsen merek terkenal untuk memasarkan jeis produk berbeda. Harapannya, konsumen yang selama ini mempercayai merek mereka akan percaya pula pada produk baru keluaran mereka.
Contoh, sebuah pasar swalayan terkenal menjual barang-barang dengan merek toko mereka. Produsen sirup dengan merek saus cabai, saus tomat, mi instan dll, dengan merek sama. Contoh lain, sebuah stasiun televisi swasta terkenal menjual VCD lagu karaoke.
Sebaiknya, Anda tidak mudah silau oleh nama besar merek produk pendahulunya. Kalkulasi lagi, benarkah mutu produk yang mereka comot? Benarkah Anda memang memerlukannya? Jangan mudah dikelabuhi dengan taktik yang menjadikan Anda seolah-olah bagian dari mereka, sehingga Anda terbius untuk membeli apa pun yang mereka jual.
Strategi 5: Mendorong pemakaian terbatas Selain menggarap pangsa pasar potensial, tak sedikit produsen yang mengorek-ngorek konsumen yang bukan sasarannya, sekalipun dalam jumlah terbatas. Taktik ini dijalankan atas satu prinsip, " sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit". Tujuannya, untuk menambah peningkatan penjualan dari pangsa pasar utama mereka.
Contoh, produk kosmetika yang selama ini identik dengan wanita- diasarkan pula untuk laki-laki, seperti lotion pembersih, krim anti penuaan, atau krim tabir surya. Salah satu merek minuman bersoda (sofdrink) dengan agresif menembus pangsa anak-anak, padahal selama ini pangsa pasar mereka adalah orang dewasa.
Jika Anda laki-laki, pikirkan lagi, benarkah Anda memang butuh sarana pembersih/perawatan wajah yang begitu rumit? Begitu pula jika Anda wanita, perlukah suami atau anak-anak Anda menggunakannya? Perlukah memberikan minuman ringan pada anak-anak, jika air putih yang ebih sehat atau air sirup sudah bisa memuaskan mereka?
Strategi 6: Mengikuti perubahan alami ukuran pasar potensial
Taktik ini dipilih produsen karena adanya pembekakan konsumen potensial, seperti pasangan muda yang sibuk dan tak punya banyak waktu. Peluang ini dimanfaatkan produsen dengan meniupkan isu melalui iklan seolah-olah kita butuh produk yang memberikan kepraktisan dan kecepatan.
Contohnya adalah tersedianya bumbu instan, mesin pemanas, dan pendingin air. Pertimbangkan lagi, benarkah Anda tak punya waktu sehingga harus membeli bumbu instan atau karena sedang tren saja? Benar pulakah setiap hari Anda sering memerlukan air panas atau dingin?
Strategi 7: Menawarkan penampilan baru
Produsen melakukan sesuatu untuk menutup celah bagi pemasaran produk serupa, sehingga konsumen membeli produk mereka. Taktik ini ditempuh dengan membuat kemasan baru, baik bentuk, warna, maupun desain visualnya. Anda pula yang menawarkan harga lebih rendah dengan kemasan baru yang terkesan sama besar dengan sebelumnya, meski sesungguhnya volumenya jauh berkurang.
Taktik ini banyak dilakukan oleh produsen bahan pembersih tubuh atau pembersih rumah tangga, seperti shampo, sabun cair, pelembut atau pewangi pakaian.
Ingatkan diri Anda agar kembali pada prinsip dasar "memberi barang karena manfaatnya". Dengan demikian Anda tidak akan mudah terbujuk oleh penampilan kemasannya.
Strategi 8: Merangsang pembeli dengan hadiah
Cara produsen membujuk konsumen dengan taktik begini mestinya sudah sangat dikenal. Diantaranya dengan menyisipkan hadian berupa produk tambahan pada produk yang diibeli, iming-iming berupa hadiah yang akan diundi kemudian, atau bonus produk yang sama untuk pembelian dengan jumlah tertentu.
Contoh penerapannya adalah pembersih lantai dengan sisipan hadiah shampo botol mini. Bedak berhadiah kalung atau cincin berlian, pasta gigi berhadiah rumah, setelah diundi nanti. Ada juga taktik "beli 2 dapat 3" yang banyak diterapkan pada produk perawatan rumah tangga, seperti sabun mandi. Pertimbangkan apakah Anda membeli semata-mata karena hadiahnya atau sepenuhnya karena mutu produknya yang sudah anda percaya. Tak soal, apakah produk itu berhadiah atau tidak. Namun sulitnya , cara ini paling membius kita, karena hadiahnya nyata ada. karena itu, banyak orang mudah terbujuk.
trimakasih .
Langganan:
Komentar (Atom)